Selasa, 19 November 2013

A Marriage

Inspired by : Please Don’t MV by K.Will

Cast : Wu Yifan (EXO), Park Chanyeol (EXO), Hana (OC), Yixing (EXO, Cameo)

____

Hai semua, ini adalah fanfiction pertamaku. Aku harap kalian bisa menikmati karyaku yang mungkin ada beberapa kesamaan dengan cerita lain. Dan satu lagi, mungkin ini terlalu drama dan alurnya mudah ditebak. Tapi ini murni hasil karyaku sendiri. Selamat menikmati… :)

____

Yifan memacu mobilnya dengan kencang seakan tidak ingin melewatkan sesuatu. Dia menyalip beberapa mobil, mengabaikan bunyi klakson yang memprotes tindakannya itu. Berkali-kali Yifan menengok arloji di tangannya, berdecak gelisah. Dia semakin memacu mobilnya menerobos lampu merah. Hampir saja dia menabrak sebuah motor, kalau saja pemuda jangkung itu tidak langsung membanting setir menghindari motor itu.

__

Yifan berlari masuk sebuah kamar, napasnya terengah-engah. “Kemana saja kau?” tanya Yixing sambil mlempar sebuah jas hitam ke muka Yifan, “pernikahan akan dimulai satu jam lagi dan kau masih belum siap. Cepat pakai jasmu.” “Aku terlambat bangun,” jawab Yifan membela diri, “padahal aku sudah memasang alarm di ponselku.”

Yixing memutar bolamatanya malas, menyahut, “Aku tidak heran dengan kebiasaanmu yang tukang tidur itu. Sudahlah, pakai saja jasmu dan cepat bersiap. Jangan sampai pestanya berantakan gara-gara kau.” “Siap, bos,” goda Yifan sambil terkekeh pelan. Dia bergegas berganti pakaian, mengenakan jas sambil bercermin.

Yifan menghela napas, tersenyum kecil menatap pantulan dirinya di cermin. senyumnya semakin cerah saat membayangkan Hana, gadis yang paling dicintainya. Dia membayangkan betapa cantiknya Hana memakai gaun pernikahan berwarna putih yang mereka pilih beberapa minggu lalu, dengan senyum manis terukir di wajahnya. Yifan duduk sejenak, pikirannya terbawa pada saat-saat dia dan Hana sibuk mempersiapkan pernikahan, mulai dari undangan hingga dekorasi. Yifan yang santai sampai ikut-ikutan panik ketika Hana panik menentukan dekorasi seperti apa yang pas untuk pernikahan sekarang.

Yifan tertawa kecil. Dia mengancingkan lengan kemejanya, kembali berkaca sambil menyisir rambutnya yang agak berantakan. Perlahan dia menghela napas, entah kenapa mendadak kegugupan menyeruak masuk ke benaknya. “Jangan gugup, Yifan,” gumamnya menyemangati diri sendiri, “jangan gugup.” Yifan menghembuskan napas beberapa kali untuk menghilangkan kegugupannya, merapikan pakaiannya kembali meskipun sebenarnya tidak perlu.

cklek.

Yifan menatap seseorang yang masuk melalui cermin, senyum kembali mengembang. Chanyeol, sahabat baik yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri berjalan masuk sambil menyunggingkan senyum cerianya. “Kau tampan sekali,” pujinya sembari mendekat dan merangkul Yifan, “tapi aku masih jauh lebih tampan.” Mereka berdua tertawa, tangan Yifan menepuk pelan bahu Chanyeol. “Kau masih saja seperti dulu,” kata Yifan, “Happy Virus dengan kepercayaan diri yang melampaui batas normal.” Chanyeol terkekeh mendengar ucapan Yifan.
Mereka berdua terdiam, menatap bayangan masing-masing di cermin. “Tak kusangka hari ini akan datang, ” kata Yifan, “seingatku baru kemarin kita lulus SMA.” “Dan sekarang satu dari kita akan melepas masa lajangnya,” sahut Chanyeol. Dia menoleh, menatap Yifan.
“Hyung.”
“Apa?”
“Kita masih bisa bersenang-senang kan setelah ini?”
Yifan menatap Chanyeol, yang tidak lagi menampakkan wajah konyolnya. Yah, walaupun tetap saja terlihat konyol. “Tentu saja,” sahut Yifan, “memangnya kau pikir kita akan terpisah jauh hm?”
Mendengar itu, Chanyeol kembali tersenyum. Dia merangkul erat Yifan, perasaan bahagia meluap di hatinya.
“Yak. Sedang apa kalian?”
Yifan dan Chanyeol menoleh, menyeringai salah tingkah saat Yixing berdiri di depan pintu sambil memasang wajah kesal. “Mau sampai kapan kalian disana?” tanyanya, “apa kalian baru akan muncul setelah pesta berakhir hm?” Yixing langsung keluar tanpa menungu jawaban dari dua tiang listrik itu, mengomel tidak jelas. “Sebaiknya kita cepat pergi,” kata Chanyeol, “nenek sihir itu bisa melahap kita hidup-hidup nanti.”
__
Yifan dan Chanyeol berdiri berdampingan, menunggu pengantin wanita keluar. “Jangan gugup,” dua kalimat itu yang sedari tadi dilontarkan Yifan untuk menyemangati diri sendiri. dia juga menghela napas berkali-kali. Baginya hari ini jauh lebih membuatnya gugup daripada saat menghadapi dosen menjelang kelulusan.
“Mempelai wanita memasuki ruangan.”
Semua mata tertuju kepada seorang gadis yang berjalan bersama seorang pria dewasa memasuki altar. Yifan tebelalak, dia bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi saat menatap gadis itu. Hana, si gadis yang tengah berjalan itu menyunggingkan senyum manisnya, sama sekali tidak terlihat gugup. Dia berjalan sangat pelan, semakin dekat ke altar melewati Yifan.
Dia melewati Yifan.
Yifan menoleh, senyumnya perlahan pudar. Rasa sakit mendadak menyerang hatinya saat dia tersadar bahwa itu bukan pernikahannya.
Itu pernikahan Hana dengan Chanyeol.
Telinganya terasa sangat sakit saat mendengar Hana dan Chanyeol mengucapkan sumpah pernikahan. Lututnya melemas saat Hana dan Chanyeol saling memasangkan cincin sebagai bukti bahwa mereka resmi menikah. Mata Yifan memanas, hatinya seakan dirajam melihat Hana yang begitu dicintainya berciuman dengan Chanyeol, sahabat karibnya.
Yifan menghela napas, menahan airmatanya sambil menenangkan hatinya yang berontak menerima kenyataan bahwa Hana bukan miliknya. Hana tidak ditakdirkan untuknya. Dia tersenyum kepada Chanyeol, merangkul dua orang itu sambil tertawa cerah. Sebisa mungkin Yifan menutupi rasa sakit yang sekarang dirasakannya. Hei, ini hari pernikahan sahabat terbaiknya. Tidak seharusnya Yifan mengacaukan pesta karena dia sakit hati, kan?
__
Yifan menghentikan mobilnya di tepi sungai. Dia menghela napas, menatap selembar foto yang sedari tadi digenggamnya. Matanya kembali memanas saat melihat senyum bahagia Hana dan Chanyeol tadi siang. Tapi kemudian dia tersenyum, bahunya terguncang. Yifan tersenyum sambil membiarkan airmata jatuh di pipinya. Bahkan sampai detik ini dia masih belum bisa menerima kenyataan yang jelas-jelas terpampang di depan hidungnya.
Kenyataan bahwa Hana bukan miliknya.
__
Aku menghadiri sebuah pernikahan.
Pernikahan yang sebenarnya tidak ingin kulihat.
Hei, tapi yang namanya menikah harus bahagia kan??
Jadi…
Biar kusimpan sendiri rasa sakit ini.
Selamat atas pernikahan kalian, Hana, Chanyeol.
Semoga kalian bahagia selamanya.

Salam hangat dari si Tampan, Wu Yifan.
____
Fanfiction ini juga di post di justhagi882.wordpress.com , punyaku juga....
tinggalkan jejak komentar kalian disini.... gomawo....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar