Selasa, 19 November 2013

Priest Ch. 1

Title : Priest
Author : Just Hagi
Cast :
EXO
TVXQ (include JYJ)
Super Junior Yesung
Super Junior Donghae
Super Junior Kyuhyun
Super Junior Leeteuk (cameo)
SNSD Taeyeon (cameo)
__________________________________________________________________________

Chapter 1
Kali ini tidak akan kulepaskan kau...
Tidak akan kubiarkan kau menginjakkan kakimu di bumi lagi....
____ 
Eomma membuka pintu kecil di bawah tangga, mendorong Chanyeol ke dalamnya. “Tunggu Eomma disini, nak,” kata Eomma sambil berusaha mengatur napas, “Jangan keluar sampai Eomma memanggilmu.”
“Eomma mau kemana?” tanya Chanyeol.

Eomma menatap putra kecilnya dengan tatapan panik. “Menemani appamu,” jawab Eomma, berusaha keras tersenyum, “Chanyeol, dengarkan pesan Eomma baik-baik.”

Chanyeol menatap Eomma, mendengarkan dengan baik. “Apapun yang terjadi,” Eomma berpesan, “ tidak peduli seberapa besar ketakutan melandamu, jangan pernah berteriak. Kau dengar, Park Chanyeol?”
Chanyeol mengangguk. “Eomma, cepatlah kembali.,” pinta Chanyeol. Eomma tersenyum miris, membelai pelan pipi Chanyeol, lalu menutup pintu bawah tangga.

Chanyeol memeluk kakinya, meringkuk dan bersandar di dinding lemari bawah tangga yang dingin itu. Sesaat kemudian, terdnegar suara jeritan dan bunyi pedang saling beradu. Kadang-kadang suara letusan pistol juga terdengar merentet. Chanyeol memeluk kakinya semakin rapat, berusaha menghilangkan ketakutannya dan tidak berteriak sesuai pesan Eomma.

“Aaaa!!”

Chanyeol terlonjak kaget mendengar eommanya menjerit keras. Ingin sekali dia berlari keluar, tapi Eomma berpesan utnuk tidak keluar sebelum Eomma memanggilnya. Perlahan airmata membasahi pipi halus Chanyeol, ketakutan luar biasa menghantuinya.

Sementi kemudian, kericuhan perlahan mereda. Chanyeol masih gemetar, bahkan setelah suasana sunyi dia masih ketakutan. Chanyeol menunggu Eomma memanggilnya.

Sayup-sayup telinga Chanyeol menangkap suara-suara. Bukan suara keributan seperti tadi, melainkan suara orang-orang yang sedang berbincang.

Perlahan pintu lemari terbuka. Chanyeol terlonjak, mundur merapat ke dinding melihat seorang pria berdiri di depannya. Pria itu bertubuh jangkung, dengan pakaian berwarna coklat tanah membungkus tubuhnya. Pria itu menatap Chanyeol sejenak, lalu membuang muka seraya berteriak, “Dia ada disini!”

Chanyeol semakin ketakutan. Dia berpikir, jangan-jangan pria ini akan membunuhnya. Seorang pria muncul, tubuhnya sama tinggi dengan pria pertama, hanya saja wajahnya lebih ramah dan hangat. Dia tersenyum, mengulurkan tangannya. “Jangan takut,” katanya ramah, “kami tidak akan melukaimu. Ayo keluar.”

“Eomma berpesan agar aku tidak keluar sampai dia memanggilku,” jawab Chanyeol.
_
Dua pria itu saling menatap, lalu beralih menatap Chanyeol dengan ekspresi yang sulit diartikan bocah berusia delapan tahun itu. “Kami diberi perintah oleh eommamu untuk membawamu ke tempat kami,” kata pria tadi sambil berjongkok di depan Chanyeol, “memindahkanmu ke tempat yang lebih aman. Kajja, kita cepat pergi.”

Chanyeol perlahan keluar dari lemari tangga. “Dimana Eomma dan Appa?” tanyanya. Pria itu tidak menjawab, menggandeng tangan Chanyeol, membawanya keluar dari rumahnya yang sudah berantakan. Chanyeol melangkah mengikuti pria itu, langkahnya mendadak berhenti saat melihat tumpukan abu di depan rumah. Mata Chanyeol terbelalak lebar saat melihat sepotong kain yang hampir hangus terbakar di antara tumpukan abu itu.

“Eommaaaaaaaaaaaaa!!” Chanyeol menjerit, seketika berlari kearah tumpukan abu itu. Pria tadi dengan cepat menahan tubuh mungil Chanyeol yang menjerit histeris. “Eommaaaa!! Appaaa!!” Chanyeol terus menjerit, airmatanya tidak terbendung lagi. Dia meronta, berusaha keras melepaskan diri dari pria itu sambil terus menjerit memanggil orangtuanya.

“Changmin-ah! Bantu aku!” teriak pria itu sambil memegangi Chanyeol yang masih saja meronta. Changmin berlari, menahan Chanyeol. “Kita harus cepat-cepat membawanya pulang, Yunho hyung,” kata Changmin, “ayo. Kita tidak punya banyak waktu lagi.”

Yunho mengangguk, menyeret Chanyeol yang terus menjerit histeris. Dia dan Changmin memasukkan Chanyeol ke mobil, duduk di belakang kemudi dan meningglkan rumah Chanyeol yang tertutup asap hitam pekat.
___
Chanyeol berjalan pelan masuk ruang tengah. Dia berdiri, menatap foto orangtuanya yang tersenyum bahagia sambil menggendong dirinya yang masih balita saat itu. Bolamatanya bergerak-gerak menahan airmata yang menggenang di pelupuk mata. “Kenapa kalian harus pergi dengan cara seperti itu?” gumam Chanyeol pelan, suaranya sedikit serak, “dan kenapa kalian yang harus mati?”

“Chanyeol-ah.”

Chanyeol menoleh. “Kris Ge,” ucapnya sambil mengusap airmata yang hampir keluar. Kris berjalan mendekati Chanyeol seraya berkata, “Sudah waktunya latihan. Ayo, kita sudah ditunggu di lapangan.”

“Sebenarnya untuk apa kita semua dilatih seperti ini?” tanya Chanyeol.

“Untuk mengalahkan musuh terbesar kaum Priest sejak ribuan tahun lalu,” jawab Kris, “vampire.”
Chanyeol terdiam. “Bisakah aku menggunakan kemampuanku untuk membalas dendam atas kematian orangtuaku?” tanyanya pelan.

Kris menoleh, menatap Chanyeol. “Tentu saja,” jawabnya, “kau memang dilatih untuk itu. Memangnya senior tidak pernah memberitahumu kalau vampire yang menghabisi orangtuamu?”

____________________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar